“…Telah ku buang anggapan ganda,
Kulihat dua dunia ini esa;
Esa yang kucari, Esa yang kutahu,
Esa yang kulihat, Esa yang kupanggil,
Ia yang pertama, Ia yang terakhir,
Ia yang lahir, Ia yang batin”
-Maulana Jalaludin Rumi-
Bismillahhirrohmanirrohim
Sebenarnya saya ingin mempersiapkan tulisan yang lain, namun sehabis kepulangan saya dari Turki–akhir-akhir ini saya senang membaca buku tentang pengalaman orang-orang yang berkelana dari negeri ke negeri, lalu membayangkan saya benar-benar pergi kesana- Najmar (sang penulis) dalam bukunya yang berjudul, ‘Finding Rumi, Catatan Petualangan Seorang Perempuan Indonesia ke Turki’ seolah dengan nyata membawa saya serta menjejaki dan menemukan Rumi. Potongan-potongan syair Rumi yang Najmar berikan pada saya telah mengetuk bagian terdalam yang saya miliki; rasa; jiwa; juga hati.
Seperti kata mas Binawan Arif (Kakak sepupu saya),
“Puisi memang begitu, hanya penulisnya yang mampu memahaminya secara utuh ...”



























